Karya Sastra

Buat Apa Dendam? Unfaedah!

“Widihh, followers IG lo nambah terus, tuh!” teriak Hani yang berdiri di depan Lisa yang sedang bermain HP. Lisa terlonjak kaget saat Hani berteriak, dan langsung menutup mulut temannya itu dengan kertas di tangannya yang ia pakai sebagai kipas.

Corona; Kamu kuat, bagaimana dengan mereka?

Setelah presiden menetapkan kebijakan new normal, serempak pada tanggal tersebut para pedagang mulai membuka toko dan menjual dagangannya dan para petani pun yang kian lama tak muncul kini mulai mencari benih-benih baru untuk ditanam dikebunnya,

Sunset di Tanah Anarki

Kisah ini dimulai ketika presiden kita ingin mengesahkan RUU yang mana seakan menjerat leher rakyatnya, dalam benakku masih teringat isi pidato dari bapak proklamator Indonesia “Aku ini bukan apa-apa tanpa rakyatku aku besar karena rakyatku aku berjuang karena

Kemanakah Dikau Pemuda

Tamparan keras bumi perwira Memberi sadar aku sang waktu terus bekerja Menelan satu persatu sesepuh bangsa Kartu as yang dilontar negeri sana Beri kode keras sempit akal kita Pernyataan kita merdeka belumlah nyata

Bullyan mu Semangat ku

Tin...tin suara klakson motor berbunyi, terlihat dari kejahuan Fadli sedang berpamitan dengan ibunya. “Nak, ayo cepat nanti kita terlambat”, teriak Sang Ayah dari luar rumah. “Sebentar yah”, ucap Fadli seraya mencium tangan ibunya.

Sendiri Menggapai Asa

“Sat, nomer 17 dong.” “Ck, nirun melulu, belajar!” “Kalau ada yang efektif kenapa harus belajar. Betul tidak?” “Tidak!” Sarah tertawa kecil melihat raut wajah Satya yang kesal.
X